Senin, 10 Juni 2013

Apakah teknologi membantu atau menyulitkan anak-anak belajar?

Anak-anak di bawah usia lima tahun memiliki kemampuan tinggi untuk menguasai teknologi baru.
Mulai dari telepon pintar hingga komputer tablet dan permainan video, semakin banyak balita yang dengan penuh percaya diri menyentuh layar dan memencet aneka tombol.

Bahkan meski orang tua menikmati sekejap kedamaian setelah memberi anak piranti teknologi untuk bermain, para orang tua diam-diam khawatir bahwa 'waktu layar' akan merusak otak mereka.
Namun ternyata layar bisa berguna dalam proses belajar dan semakin interaktif, semakin baik.
Penelitian dari Universitas Wisconsin, yang dipresentasikan dalam pertemuan Society for Research in Child Developments pekan ini, menemukan bahwa anak-anak berusia antara dua hingga tiga tahun lebih cenderung beraksi terhadap layar video yang memicu anak untuk menyentuhnya, dibandingkan dengan layar video yang tidak menuntut interaksi apa pun.
Layar yang interaktif terasa lebih akrab bagi anak-anak berusia dua tahun, demikian kata studi itu.
Riset itu dilakukan oleh Heather Kirkorian, asisten dosen studi perkembangan manusia dan keluarga.
Ia mengatakan bahwa layar sentuh memiliki potensi edukasi bagi balita.
"Anak-anak yang berinteraksi dengan layar dapat belajar lebih cepat dan membuat lebih sedikit kesalahan."
"Kami tidak mengubah mereka menjadi jenius, kami hanya membantu mereka mendapat informasi lebih."

sumber: bbc.com

0 komentar:

Posting Komentar